Showing posts with label Catatan Perjalanan. Show all posts
Showing posts with label Catatan Perjalanan. Show all posts

Tuesday, June 14, 2022

Perempuan Milenial

 

Tergesa perempuan itu berjalan

Langkahnya tak lagi beraturan

Melewati banyak orang yang juga tergesa

Menuju stasiun kereta

 

Cukup tertinggal kereta pertama

Kereta kedua tak boleh terlewat

Jika tak hendak absen terlambat

Yang berarti gaji bulanan disunat

 

Bergegas dia masuki gerbong yang sebentar lagi melaju

Dia harus berjuang untuk duduk, meski harus saling sikut

Perjalanan satu jam setengah terlalu jauh

Jika harus ditempuh dengan berdiri sepanjang waktu

 

Satu dua tetes keringat tak lantas membuatnya kuyu

Wajahnya tetap ayu

Polesan make-up nya sempurna selalu

Hasil belajar bertahun-tahun

 

Orang yang melihatnya hanya tau dia cantik bak artis

Pipi mulusnya merona seperti tak berpori

Mata indahnya diteduhi bulu yang tebal dan lentik

Bibir merahnya selalu dipenuhi senyum manis

 

Orang tak pernah tau dan tak akan pernah peduli

Berapa banyak sedih dan susah yang ditutupinya dengan sapuan bedaknya

Berapa banyak air yang mengalir dibalik bulu mata palsunya

Berapa banyak rapalan doa yang mengalun lirih dari bibirnya

 

Hidup tak selalu ramah dan menyenangkan buatnya

Tapi dijalaninya dengan setia pada suami, anak dan sedikit temannya

Dihadapinya dengan giat dan profesional di tempat kerja

Dia, sang perempuan tangguh milenial

.......

 

Kendari, 4 Des 2021

Tuesday, December 16, 2014

ilusi

Kamu datang
Sebagai bulan purnama
Di gelap malam
Bagi seekor pungguk
Sepertiku
...






Lhokseumawe, 16 Desember 2014

Thursday, November 29, 2012

Santilik Pukul 05.30

Kabut
Belum beranjak
Selimuti pepohonan

Matahari
Mengintip ragu
Dari balik awan hitam

Hamparan tanah
Kosong
Menunggu sawit

Pepohonan
Berdiri tegar
Tanpa daun

Bunga ilalang
Di ujung daun
Pasrah menunggu jatuh

Dua pasang burung
bercengkerama mesra
Di dahan pohon mati


Ayam hutan
Terbang bergegas
Hindari mobil

Semesta
Menggeliat
Memulai hari

Dan kau disana
Sudahkah membuka harimu
Dengan senyuman?

Monday, October 3, 2011

Malinau di Malam Hari

Gelap hampir gulita
Lampu jalan sangat langka
Hanya satu dua dengan nyala tak nyata

Jejeran burung gereja
Di kabel listrik lepaskan penat
Santai lepaskan kotoran ke bawah sana

Anjinganjing berkeliaran
Seberangi jalan sembarangan
Dengan pandangnya yang nyalang

Megahnya kantor pemda
Dengan kerlip lampu hias nan indah
Diantara rumahrumah yang kerap gelap

Laju kencang motor dua tak
Lalui jalanraya sempit berlubang
Dan jembatan yang tak kunjung kelar

Malam boleh semakin larut
Bulan bintang bisa jatuh tertidur
Pembangunan rumah Si Bapak tetap lanjut
…………